Desa Kampung Baru
Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong
Dukung Swasembada Pangan, Desa Kampung Baru Jadi Pusat Gerakan Tanam Padi Serempak Metode PM-AAS
REJANG LEBONG — Langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan nasional berkelanjutan terus digalakkan di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Pada Senin pagi, 19 Oktober 2026, hamparan persawahan milik Kelompok Tani Setia Kawan di Lokasi Optimalisasi Lahan (OPLAH) Desa Kampung Baru, Kecamatan Selupu Rejang, menjadi pusat pelaksanaan Gerakan Tanam Serempak (Gertam) Padi menggunakan teknologi modern *Pertanian Modern Advance Agriculture Sistem* (PM-AAS).
Rangkaian kegiatan diawali sejak pukul 08.00 WIB dengan pendaftaran seluruh peserta dan tamu undangan. Pada pukul 09.30 WIB, ketika sinar matahari pagi menyinari persawahan, para pejabat lintas instansi bersama para petani langsung turun ke lahan untuk mengeksekusi penanaman padi serempak dengan metode PM-AAS. Penggunaan teknologi PM-AAS ini memungkinkan proses tanam benih dilakukan secara langsung tanpa tahap persemaian dan pindah tanam (*drumseeder*), yang dipadukan dengan pola tanam Jajar Legowo 4:1 guna menghemat biaya, menghemat tenaga kerja, serta mengoptimalkan hasil panen secara presisi.
Usai aksi tanam padi di lahan persawahan, acara dilanjutkan dengan serangkaian agenda formal di tenda utama mulai pukul 10.30 WIB, yang diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, penyampaian sambutan-sambutan, hingga sesi dialog interaktif antara petani dengan instansi teknis dan produsen pupuk sebelum ditutup dengan doa bersama pada pukul 12.05 WIB.
Kegiatan strategis ini dihadiri oleh jajaran pemangku kepentingan lintas sektor, antara lain Camat Selupu Rejang Mailinda, SE., Kepala Desa Kampung Baru Rudi Ramadani, Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian Kabupaten Rejang Lebong Didik Ari Supeno, S.ST., perwakilan Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Provinsi Bengkulu, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Rejang Lebong, Komandan Koramil / Babinsa, Kepala Kepolisian Sektor / Bhabinkamtibmas, Manajer Pupuk Indonesia Perwakilan Rejang Lebong, Ketua KTNA, Ketua Brigade Pangan Sekar Arum, serta seluruh penyuluh pertanian dan anggota kelompok tani se-Kecamatan Selupu Rejang.
Apresiasi dan Komitmen Pemerintah Desa
Kepala Desa Kampung Baru, Rudi Ramadani, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas dipercayanya Desa Kampung Baru sebagai percontohan penerapan teknologi pertanian modern ini.
"Kami mengapresiasi bahwasanya ada gerakan tanam padi serentak yang dilaksanakan di Desa Kampung Baru dan menggunakan metode yang sangat luar biasa. Kami berharap metode yang digunakan pada pagi hari ini menjadi awal sebagai kesejahteraan masyarakat yang ada di Desa Kampung Baru menjadi pedongkrak untuk perekonomian masyarakat khususnya di Desa Kampung Baru. Kami juga bersyukur bahwasanya seperti yang disampaikan tadi, Desa Kampung Baru merupakan awal untuk gerakan tanam ini, semoga apa yang digunakan ini dapat berjalan terus dan menjadi awal kesejahteraan masyarakat Desa Kampung Baru. Para Bapak dan juga Ibu yang saya hormati, kami juga memohon maaf apabila di dalam penempatan, tata cara, pelayanan, dan sebagainya kurang pas atas nama pemerintah Desa Kampung Baru kami mohon maaf, dan kami ucapkan sekali lagi terima kasih yang sebesar-besarnya kepada instansi yang terkait yang telah melaksanakan acara ini di Desa Kampung Baru."
Strategi Kementan Pertahankan Swasembada Pangan
Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian Kabupaten Rejang Lebong, Didik Ari Supeno, S.ST., mewakili jajaran Kementerian Pertanian menegaskan bahwa pemilihan lokasi di Desa Kampung Baru didasari oleh potensi bentang alam persawahannya yang sangat menjanjikan. Langkah ini sejalan dengan capaian besar Indonesia di sektor pertanian nasional.
"Izin kalau lokasi kita memilih memang Kampung Baru, ini karena kita anggap Kampung Baru ini memiliki areal persawahan yang cukup luas di Kecamatan Selupu Rejang sehingga kita pilih lokasinya di sini. Tetapi kegiatan ini sebenarnya adalah kegiatan rutin dari Kementerian Pertanian yang kita laksanakan mulai dari bulan April sampai sekarang. Jadi kalau kurang lebih kegiatan Gertam kita, gerakan tanam serentak kita ini sudah yang ke-12 atau yang kesekian kalinya, jadi ini memang diinisiasi oleh Kementerian Pertanian. Kenapa kita harus melaksanakan Gertam, kita patut bersyukur dan berbangga pada tahun 2025 kemarin Bapak Presiden kita, Pak Prabowo bersama Pak Menteri telah menyampaikan bahwa kita telah berhasil mencapai swasembada pangan."
Camat Selupu Rejang Ajak Kawal Harga Pupuk dan Pendampingan Petani
Sementara itu, Camat Selupu Rejang, Mailinda, SE., yang ikut serta mempraktikkan penanaman di sawah bersama warga, memberikan perhatian khusus terhadap aspek ketersediaan dan keterjangkauan pupuk bagi para petani. Ia menekankan agar lonjakan produktivitas panen dari teknologi baru ini tidak terbebani oleh tingginya harga sarana produksi tani.
"Pak, pupuke ojo dimundak-mundakke Pak. Nanti tadi sudah diberi penyuluhan, nanti kita dikasih dari pemerintah, dari tanam yang tadinya 50 persen jadi 100 persen, yang waktunya mungkin harusnya panen 1 tahun dapat 100 ton misalnya, ternyata sekali panen sudah dapat 100 ton. Nanti tapi diimbangi dengan pupuknya Pak, pupuke ojo larang-larang. Mengko wis progres pemerintah seperti itu, enggak tahunya pupuke milu mundak. Makanya tadi saya tarik turun Pak, Bu Camat turun, Bapak turun juga."
Lebih jauh, Camat Mailinda berharap pendampingan dan penyuluhan ilmu pertanian dari para petugas di lapangan dapat terus berjalan secara konsisten dan berkesinambungan demi kemajuan para petani di Selupu Rejang.
"Saya sangat apresiasi sekali dan luar biasa, kami berharap ini tidak hanya sekali dilaksanakan di Kecamatan Selupu Rejang, tetapi kami tetap butuh dukungan, motivasi, ya dibantu juga ya Pak, terutama ilmunya. Ilmunya yang dan kami doakan terbaik buat tenaga penyuluh, selalu sehat ya Pak mendampingi petani-petani kami."
